Nun jauh di tepian hati penulis aturkan puja dan syukur kehadirat Allah ‘Azza Wajalla, karena atas curahan rahmat dan karunia-Nya penulis selesai menulis biografi yang berjudul “ARISTO MUNANDAR PEMIMPIN DIHATI RAKYAT (SEBUAH BIOGRAFI)”. Seiring dengan itu shalawat dan salam penulis hadiahkan kepada Junjungan kita yakni Nabi Muhammad SAW. Sebagai Pemimpin Besar umat Islam yang telah menancapkan panji-panji Islam di permukaan bumi ini.
Secara jujur penulis akui bahwa selama hayat penulis, baru kali ini penulis jumpai seorang pemimpin yang sederhana, mudah tersenyum, dekat dengan masyarakat lapisan bawah, punya sense of cricis yang tinggi, sangat besar obsesinya terhadap perkembangan agama Islam, jujur dan enak di ajak bicara serta mau menerima kritikan. Tokoh itu adalah “Drs. H. ARISTO MUNANDAR” yang saat ini menjabat sebagai Bupati Agam. Itulah sebabnya penulis tertarik membuat biografi beliau yang ada dihadapan pembaca ini.
Bung Karno Sang Proklamator Negeri tercinta Republik Indonesia ini semasa hidup beliau pernah berpesan “Ingat Jas-Merah (ingat ! jangan lupakan sejarah)”. Oleh sebab itu salah satu mata rantau perjuangan bangsa adalah menulis sejarah tokoh-tokoh besar yang pernah berbuat yang terbaik untuk bangsa ini. Nah ! Untuk itu tiadalah berlebihan rasanya jika kita menulis, ‘Sosok dan Perjuangan Seorang Aristo Munandar yang telah berbuat banyak untuk keutuhan Ranah Minang umumnya dan Kabupaten Agam khususnya”. Salah satu prestasi yang membanggakan adalah, selama kepemimpinannya sebagai Bupati Agam periode 2000-2005 adalah ditetapkannya Kabupaten Agam sebagai yang terbaik dalam pembangunan kesejahteraan rakyat oleh pemerintah pusat. Hal ini dibuktikan dengan dianugerahinya Bupati Agam Drs. H. Aristo Munandar oleh Presiden RI Hj. Megawati Sukarno Putri, SATYA LENCANA PEMBANGUNAN pada tanggal 17 Agustus 2004 di Jakarta. Hal itu sekaligus membuktikan Bahwa Bupati Aristo Munandar telah membuat sejarah yang pantas ditulis dengan tintas mas. Selain itu Aristo Munandar adalah Kepala Daerah yang juga mendapatkan berbagai penghargaan dari beberapa orang menteri seperti Menteri Pertanian dalam Pertanian Ketahanan Pangan dan Menteri Kelautan dalam pengembangan dan pengabdian dalam bidang Bidang Ketahanan Sosial. Hal ini membuat Aristo Munandar sangat dicintai oleh masyarakat Agam.
Di dalam biografi ini penulis mencoba mendeskripsikan secara obyektif tentang sosok Aristo Munandar, sifat-sifat yang dimilikinya, kepemimpinannya, kedekatan dengan rakyat Badarai, hal ini murni untuk kepentingan sejarah terlepas dari kepentingan apapun.
Akhir kata penulis kritikan dan saran kepada pembaca demi kesempurnaan buku ini. Terima kasih penulis ucapkan kepada penerbit dan seluruh srafnya, serta kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangannya hingga buku ini dapat diterbitkan.
Semoga Allah Rabbil’Izzati membalasi segala amal baik kita. Amiin.
“Pulau pandan jauah ditangah
Dibalik Pulau anso dua
Hancua badan dikandung tanah
Jaso baik takana juo”.
Lubuk Basung, 28 September 2004
Penulis,
Drs. ALWISRAL IMAM ZAIDALLAH

